Alkitabmengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28). Alkitab tidak mengatakan bahwa setiap peristiwa dalam hidup Anda akan berjalan baik. ohgpTc. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828 Semoga menjadi berkat Banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak kita ketahui, benar bukan? Karena kita pada dasarnya sangat terbatas, fana, rapuh, lemah, dan sebenarnya tidak berdaya. Puji Syukur kita memiliki Allah yang Mahatahu, Maha segalanya dan yang sempurna dalam pengetahuan-Nya, dalam rancangan-Nya dan segala sesuatunya, dan beruntungnya kita, kepada Allah yang demikian itu, kita telah mempercayakan hidup kita sejak kita menerima Tuhan Yesus dalam hidup kita. Dari ayat di atas ada 2 hal yang akan kita pelajari 1. Kita tahu Nah, melalui ayat di atas kita dikonfirmasi bahwa ada yang kita TAHU, apa yang kita tahu? “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828. Jadi, sekalipun banyak sekali hal yang tidak kita ketahui, satu hal yang kita TAHU dan harus kita pegang benar-benar APA YANG KITA TAHU itu dan itu akan sangat membuat perbedaan yang signifikan berarti dalam menjalani hidup ini yaitu, kita TAHU bahwa Allah turut bekerja dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan KEBAIKAN. Ketika kita merenungkan ayat ini maka merebaknya pandemi Covid-19 ini, ayat ini memberitahu bahwa anak Tuhan TAHU adalah hal yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah. Bagaimana bisa begitu, dan apa kebaikannya, mungkin ada yang bertanya demikian dalam hatinya, tetapi kembali ke ayat itu dikatakan mendatangkan kebaikan, percayalah akan ayat itu, peganglah kata FIRMAN TUHAN. Lanjutkan Bacaan ke halaman selanjutnya Pages 1 2 3 4 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. [Roma 828]Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh Yesus melangkahi ombak-ombak, dan ia mendengar suara yang berkata, "Aku ini, jangan takut!" [Mat 1427] Ia juga mengetahui Allah senantiasa bijak, dan, mengetahui ini, ia percaya tidak bisa ada kecelakaan, tidak ada kesalahan; tidak ada yang mungkin terjadi jika seharusnya tidak terjadi. Dia dapat berkata, "Jika aku harus kehilangan segala yang aku miliki, maka lebih baik aku kehilangan daripada memiliki, jika itu memang kehendak Allah bencana yang terburuk adalah hal terbijak dan hal terbaik yang mungkin menimpa aku, jika memang itu yang diperintahkan Allah." "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." [Rom 828] Orang Kristen tidak hanya berpegang pada hal ini sebagai teori, tetapi ia mengetahui hal itu sebagai fakta. Segalanya telah bekerja untuk kebaikan hingga kini; campuran obat beracun dalam porsi yang pas telah menyembuhkan kita; potongan tajam pisau bedah telah membersihkan keangkuhan daging dan memudahkan penyembuhannya. Setiap peristiwa hingga kini telah menghasilkan suatu hasil yang paling diberkati secara ilahi; maka, dengan percaya bahwa Allah menguasai segalanya, bahwa Ia memerintah dengan bijak, dan Ia memunculkan kebaikan dari kejahatan, hati seorang percaya ditenangkan, dan dia dimungkinkan untuk bertemu dengan setiap pencobaan dengan tenang. Orang percaya dapat berdoa dalam roh kepasrahan yang sejati, "Kirim aku sesuai dengan kehendak Engkau, Allahku, asalkan itu berasal dari-Mu; tidak terhidang bagian yang rusak di meja-Mu untuk setiap anak-Mu." "Janganlah jiwaku berkata, 'Bagaimana Allah memelihara aku?' Ingat bahwa Yang Maha Kuasa memiliki pelayan di mana-mana. Cara-Nya agung, hati-Nya amatlah baik, Allah tidak pernah mendahului waktu-Nya, dan tidak pernah terlambat." [1]____________________[1] Say Not My Soul, J. J. Lynch, 1948 RENUNGAN PAGI diterjemahkan dari Morning and Evening Daily Readings, Charles H. Spurgeon. Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan. BAGIKAN MELALUI Unfortunately, we currently do not have English devotions available. © 2010–2023 Tim Alkitab © 2010–2023 Quick Bible Team Rom 828 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah turut bekerja. Ini artinya, Allah terus menerus, dengan penuh semangat dan tujuan aktif bekerja untuk kepentingan kita. Allah ikut campur dalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan. Memang kebaikan dalam pandangan Allah tidak selalu tampak baik bagi kita dan tidak selalu dapat diterima oleh kita, sebab kita cenderung menilai kebaikan itu hanya dari sudut pandang duniawi, atau kebaikan yang bersifat bendawi. Kalau mobil kita awalnya cuma 1, tetapi setelah menjadi kristen menjadi 3 mobil, maka kita katakan Allah itu baik. Kalau motormu, dulunya butut, kemudian ganti yang baru kita mengatakan Tuhan itu baik. Tetapi kalau sebaliknya motor baru diganti menjadi butut kita berkata Tuhan itu tidak baik. Kalau kita bebas dari penyakit, selalu punya simpanan uang di bank, hidup dalam rumah mewah dan memakai barang-barang bermerek, serta bisa liburan ke bali/luar negeri….. maka itulah yang kita anggap kebaikan. Sudut pandang yang seperti itu adalah pandangan yang disamakan dengan kebaikankeberhasilan disamakan dengan kebaikankesenangan disamakan dengan kebaikan Lalu apa yang dimaksud dengan kebaikan dalam Roma 828 ini? ini adalah pertanyaan penting untuk dijawab dan berhubungan dengan rencana kekal Allah. Karena jika baik itu berarti kaya, maka teks ini tidak benar. Sebab banyak orang kristen tidak diberikan kekayaan duniawi. Atau kalau kebaikan itu berarti sehat, maka teks ini juga tidak benar, sebab tidak semua orang kristen itu sehat. Sama halnya, kebaikan juga tidak berarti sukses atau mendapat pujian, karena Allah banyak meminta orang kristen untuk menderita. Kalau kebaikan kita samakan dengan kaya, sehat, sukses, maka teksnya bisa berbunyi seperti inikita tahu sekarang bahwa allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kekayaan, kesehatan, kesuksesan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Paulus bisa marah kalau kita ganti kata kebaikan dengan kata kekayaan, kesehatan, kesuksesan, sebab paulus tdk kaya, tdk sehat, tdk sukses dalam pandangan dunia. Jika kebaikan itu bukan berarti kekayaan, kesehatan, sukses atau dihargai, lalu apa artinya kebaikan dalam roma 828 ini? Jawabannya yg terdapat dalam ayat berikutnya. Roma 8 29-30 ” sebab semua orang yang dipilihnya dari semula, mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anaknya, supaya ia anaknya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara. dan mereka yang ditentukannya dari semula, mereka itu juga dipanggilnya. dan mereka yang dipanggilnya, mereka itu juga dibenarkannya. dan mereka yang dibenarkannya, mereka itu juga dimuliakannya Inilah kebaikan yg dimaksud dalam roma 828 yaitu kita menjadi serupa dengan Kristus atau dengan kata lain dibuat seperti Kristus. Inilah kebaikan yang paling tinggi yang Tuhan rencanakan untuk saudara, yaitu menjadi serupa dengan sang pencipta dan mendapatkan kemuliaan kelak. Doa Tuhan, Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kami yang mengasihi Engkau, yaitu bagi kami yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Kalau saat ini kami memiliki berbagai macam pergumulan hidup, kami percaya bahwa Tuhan mengijinkan hal ini sebagai sarana untuk membentuk kami menjadi serupa dengan Kristus . sehingga kelak kami akan menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Beirkanlah kepada kami hikmat untuk memahami akan hal ini. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa Johannis TrisfantGKIm Ka Im Tong, Bandung Ada sebuah kisah mengenai seorang pria yang hidup sendirian di suatu pulau. Ia adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni di lepas pantai Pasifik. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang. Dengan menggunakan ranting kayu dan dedaunan yang ada di sekitaran pantai, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan ke bagian tengah pulau, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asap hitam mengepul ke langit. Menyadari bahwa Ia kehilangan tempat tinggal bahkan seluruh peralatan yang masih tersisa, dia menjadi sedih dan marah. “Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku? Aku sudah mati-matian membangun gubuk itu untuk aku dapat beristirahat, kini semua jerih lelahku hilang begitu saja” dia menangis. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, pria ini terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Akhirnya, kapal nelayan itu menyelamatkannya. “Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?” tanya pria itu kepada penyelamatnya. “Kami melihat tanda asap yang kamu kirim”, jawab mereka. Kami langsung bergegas menuju pulau ini karena menyadari bahwa engkau butuh pertolongan. Mempercayai bahwa Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Kita tidak boleh menyerah atau meragukan Tuhan karena Tuhan selalu bekerja di dalam hidup kita, baik dalam kesakitan dan kesusahan, baik dalam dukacita dan kegagalan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, atau ketika kamu merasa semua jerih lelahmu sia-sia, mungkin itu “tanda asap” bagi kuasa Tuhan. Ketika pengalaman atau sesuatu yang buruk terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai rencana yang baik untuk kejadian tersebut. Seperti Paulus yang berkata kepada jemaat di Roma, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828. Begitulah iman kita melihat bahwa rencana Allah memang baik, jauh melebihi keadaan dukacita atau pengalaman buruk yang kita alami. Kamu berkata, “Itu tidak mungkin.” Tuhan berkata, “Tidak ada hal yang tidak mungkin.” Lukas 1827 Kamu berkata, “Aku terlalu capai.” Tuhan berkata, “Aku akan memberikan kelegaan padamu.” Matius 1128 Kamu berkata, “Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.” Tuhan berkata, “Aku mencintaimu.” Yohanes 316 dan Yohanes 1334 Kamu berkata, “Aku tidak bisa meneruskan.” Tuhan berkata, “Kasih karuniaKu cukup.” 2 Korintus 129 dan Mazmur 9115 Kamu berkata, “Aku tidak mengerti.” Tuhan berkata, “Aku akan menuntun langkah-langkahmu.” Amsal 35-6 Kamu berkata, “Aku tidak bisa melakukannya.” Tuhan berkata, “Kamu bisa melakukan semuanya di dalam-Ku.” Filipi 413 Kamu berkata, “Ini tidak berharga.” Tuhan berkata, “Itu akan berharga.” Roma 828 Kamu berkata, “Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Tuhan berkata, “Aku memaafkanmu.” 1 Yohanes 19 dan Roma 81 Kamu berkata, “Aku tidak bisa mengatasi masalah ini.” Tuhan berkata, “Aku akan menyediakan kebutuhanmu.” Filipi 419 Kamu berkata, “Aku takut.” Tuhan berkata, “Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan.” II Timotius 17 Kamu berkata, “Aku selalu kuatir dan frustasi.” Tuhan berkata, “Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku.” I Petrus 57 Kamu berkata, “Aku tidak mempunyai iman yang kuat.” Tuhan berkata, “Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya.” Roma 123 Kamu berkata, “Aku tidak pandai.” Tuhan berkata, “Aku memberikan padamu hikmat.” I Korintus 130 Kamu berkata, “Aku merasa aku sendirian.” Tuhan berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu.” Ibrani 135 Recommended for you “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.” Begini ungkapan dalam bahasa Arabnya اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً “I’mal lidunyaaka ka-annaka ta’isyu abadan, wa’mal li-aakhiratika ka-annaka tamuutu ghadan.” Ungkapan di atas yang tepat bukanlah hadits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah mengungkapkan, hadits tersebut kalau disebut dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah benar walaupun hadits tersebut sudah sering diucapkan oleh kebanyakan orang. Dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia jilid kedua juga disebutkan bahwa perkataan tersebut tidak tepat dikatakan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apa Benar Ungkapan Tersebut? Kalau kalimat kedua, jelas benarnya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. Pengasuh Web Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah mengungkapkan bahwa makna kalimat kedua tersebut benar. Kalimat tersebut memotivasi kita agar memperhatikan amalan untuk akhirat kita. Hendaklah kita mempersiapkan diri untuk akhirat kita. Perintah seperti ini jelas sangat-sangat dituntut. Bahkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah banyak sekali yang mendukungnya. Adapun kalimat bagian pertama, bekerjalah di dunia seakan-akan engkau hidup selamanya, dari satu sisi ungkapan ini benar, dari sisi lain tidak benar. Makna yang benar, jika dipahami bahwa perlu mengambil sebab, perlu usaha juga dalam mencari rezeki dan serius dalam mengais rezeki di muka bumi dengan senantiasa mengharap ridha Allah. Atau bisa juga makna yang benar adalah kita diperintahkan untuk tidak cepat-cepat tergesa-gesa mencari dunia, beda dengan amalan untuk akhirat. Hendaklah bersabar dalam mencari dunia. Dunia yang tidak didapat hari ini, carilah besok. Makna seperti ini beda dengan yang dipahami kebanyakan orang yang menyangka bahwa dunia hendaklah semangat untuk dicari, hingga lupa akhirat. Sehingga makna yang keliru dari ungkapan di atas adalah jika mengajak mati-matian dalam mencari dunia. Yang tepat dunia memang kita cari, namun bukan jadi tujuan. Dunia hanyalah sarana untuk akhirat kita. Karena di dunialah tempat kita beramal shalih, namun bukan hidup selamanya. Akhirat Dikejar, Dunia Bisa Ditunda Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia di masa silam dan pakar fikih pada abad ke-20, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengungkapkan, Perkataan … اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً “I’mal lidunyaaka ka-annaka ta’isyu abadan, wa’mal li-aakhiratika ka-annaka tamuutu ghadan.” [Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok]. Ungkapan di atas termasuk HADITS PALSU hadits maudhu’. Maknanya pun tidak seperti dipahami kebanyakan orang. Banyak yang memahami maksud ungkapan tersebut adalah hendaknya kita mati-matian dalam mengejar dunia, akhirat akhirnya terlupakan. Bahkan makna yang tepat adalah sebaliknya. Hendaklah kita semangat dalam menggapai akhirat dan tak perlu tergesa-gesa dalam mengejar dunia. Ungkapan “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya”, maksudnya adalah apa yang tidak selesai hari ini dari urusan dunia, selesaikanlah besok. Yang tidak bisa selesai besok, selesaikanlah besoknya lagi. Jika luput hari ini, masih ada harapan untuk besok. Adapun untuk urusan akhirat, maka beramallah untuk urusan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. Maksudnya kita diperintahkan untuk segera melakukan amalan shalih, jangan menunda-nundanya. Anggap kita tak bisa lagi berjumpa lagi dengan esok hari. Bahkan kita katakan, bisa jadi kita mati sebelum esok tiba. Karena siapa pun kita tak mengetahui kapan maut menghampiri. Ibnu Umar radhiyallahu anhuma pernah menyatakan, إذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك “Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” HR. Bukhari Itulah makna ungkapan yang masyhur di atas. Namun sekali lagi, kesimpulannya, ungkapan tersebut salah alamat jika disandarkan pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Lalu maknanya pun bukan seperti dipahami kebanyakan orang untuk terus mengejar dunia hingga kurang semangat menggapai akhirat. Bahkan makna yang tepat, hendaklah semangat bersegera dalam melakukan amalan akhirat, jangan sampai menunda-nunda. Adapun urusan dunia, ada kelapangan dalam menggapainya. Kalau tidak bisa menggapai hari ini, masih ada harapan untuk esok hari. [Fatawa Nur ala Ad-Darb • Fatawa Musthalah Al-Hadits, Syarh Al-Hadits wa Al-Hukmu alaiha] Semangat dalam bekerja di dunia tak masalah, namun jangan sampai lupa akhirat yang jadi tujuan utama dan tetap menempuh cara yang halal. Referensi Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 130847 — Adisucipto Jogja, saat waiting menuju Jakarta di pagi hari yang penuh berkah, 3 Sya’ban 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi Muhammad Abduh Tuasikal Channel Telegram RumayshoCom, DarushSholihin, UntaianNasihat, RemajaIslam

kita tahu sekarang bahwa allah turut bekerja